8 Cara Penulisan Footnote yang Benar Berbagai Sumber

Makalah.id – Bagaimana cara penulisan footnote yang benar? Istilah footnote mungkin sudah tidak asing di telinga anda, terutama bagi anda yang sering membaca jurnal internasional atau sering mengoreksi disertasi atau skripsi semua jurusan dan karya ilmiah yang lainnya. Footnote merupakan salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan karena fungsinya akan berpengaruh terhadap keabsahan dari karya ilmiah anda. Lalu seberapa penting footnote? Bagaimana cara penulisannya?

Berikut ini kami akan menjelaskan tentang bagaimana cara penulisan footnote yang benar dari berbagai sumber yang berbeda. Namun sebelum itu, kami akan menjelaskan lebih lengkap tentang footnote agar anda bisa lebih paham tentang pengertian, fungsi, dan beberapa poin penting lainnya.

Pengertian Footnote atau Catatan Kaki

Footnote yang juga dinamakan sebagai catatan kaki merupakan bagian dalam karya ilmiah yang isinya menerangkan dari mana anda mendapatkan sumber yang anda kutip. Di dalam karya ilmiah pasti kita sering menemukan ada banyak kutipan. Mengutip suatu pendapat atau teori seseorang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada ketentuan atau tata caranya masing-masing sehingga pengutipan yang anda lakukan sesuai dengan kaidah dalam penulisan karya ilmiah.

Mencantumkan footnote di dalam karya ilmiah format atau caranya bisa bermacam-macam. Cara-cara tersebut bisa berbeda tergantung darimana anda mengambil atau mengutip pendapat atau teori tersebut. Terlebih sekarang jamannya sudah serba digital sehingga terkadang footnote juga bisa berasal dari sumber yang ada di internet atau artikel.

Fungsi Footnote

Penulisan footnote jika diperhatikan secara tidak langsung bisa memberikan sentuhan tersendiri terhadap tampilan teks karya ilmiah anda. Karya tulis atau karya ilmiah yang anda buat malah memiliki penampilan yang lebih menarik dibandingkan yang tidak mencantumkan footnote. Namun, fokus dari penulisan footnote bukan terletak pada poin tersebut.

Berikut ini kami akan kami berikan informasi tentang beberapa fungsi mengapa anda harus mencantumkan footnote di dalam menulis sebuah karya ilmiah.

  • Sebagai bukti
    • Fungsi yang pertama dari penulisan catatan kaki adalah digunakan sebagai bukti. Sebuah karya ilmiah yang baik tidak bisa lepas dari yang namanya footnote. Dengan adanya footnote, maka pembaca bisa mengetahui apakah pendapat atau teori yang anda cantumkan benar-benar bisa dibutkikan kebenarannya.
    • Untuk itulah fungsi dari footnote ini. Jadi, pembaca bisa langsung mengetahui tentang dariman anda mengutip pendapat tersebut. Kemudian pembaca bisa langsung mengeceknya untuk mengetahui kebenarannya atau jika memang ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap seputar teori atau pendapat yang anda kemukakan.
  • Sebagai informasi lanjutan
    • Fungsi yang kedua dari footnote adalah untuk membantu para pembaca memperoleh informasi lebih lanjut seputar teks yang anda sajikan.
    • Terkadang ada beberapa pembaca yang merasa tertarik dengan pendapat atau teori yang anda cantumkan di dalam karya ilmiah. Kemudian mereka ingin mengetahui lebih lanjut dan mulai mencari informasi tersebut melalui footnote yang anda berikan.
    • Maka dari itu, penting untuk menulis footnote di dalam sebuah karya ilmiah. Namun pastikan footnote yang cantumkan benar-benar sesuai dengan yang anda tulis.
  • Memperluas pembahasan
    • Fungsi yang ketiga dari penulisan footnote adalah untuk membantu pembaca jika ingin memahami pembahasan seputar topik atau konteks secara lebih meluas.
    • Hal ini sangat berguna bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih detail tentang kutipan yang telah anda lampirkan di dalam karya anda.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Footnote

Ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan ketika menulis footnote, yaitu:

  • Hal pertama yang harus anda ketahui adalah footnote harus dipisahkan dengan garis yang panjangnya 14 karakter. Kemudian pisahkan footnote dengan margin kiri yang spasinya sebanyak 4.
  • Footnote harus ditulis dengan 1 spasi
  • Jangan lupa untuk memberi nomor pada setiap judul dan bab di dalam penulisan karya ilmiah anda.
  • Berilah jarak pada nomor footnote tersebut sebanyak 6 karakter yang dihitung dari kiri.
  • Anda juga harus memberikan space atau jarak yang sama untuk footnote yang pertama, kedua, dan seterusnya.
  • Pada penulisan baris akhir footnote, berilah jarak sebanyak 3 cm yang dihitung dari bawah.
  • Jika ternyata ada footnote yang memiliki keterangan yang sama, maka anda harus menulisnya menggunakan kata ibid.
  • Jika ternyata footnote penulisannya tidak secara berurutan, maka tulislah menggunakan op.cit , lih.
  • Sementara itu, untuk penulisan nama pengarang tidak usah dibalik.
  • Jika ternyata jumlah pengarang sebanyak 2 atau 3, maka anda harus menulis semua nama pengarang tersebut.
  • Anda tidak perlu mencantumkan gelar atau pangkat dari pengarang.
  • Jangan lupa untuk judul buku harus ditulis miring atau italic. Bisa juga anda cetak bold atau tebal yang anda ketik di komputer, laptop, atau mesin ketik.

1. Cara penulisan footnote untuk 1 sampai dengan 3 pengarang

Bagaimana cara penulisan footnote yang benar jika pengarangnya berjumlah satu sampai dengan tiga? Adapun penulisan yang benar silahkan simak contoh di bawah ini:

Cara penulisan footnote untuk 1 sampai dengan 3 pengarang

Cara penulisan footnote untuk 1 sampai dengan 3 pengarang

2. Cara penulisan footnote untuk 4 pengarang atau lebih

Kemudian, untuk penulisan catatan kaki atau footnote yang mana jumlah pengarangnya sebanyak 4 atau lebih adalah seperti berikut:

Cara penulisan footnote untuk 4 pengarang atau lebih

Cara penulisan footnote untuk 4 pengarang atau lebih

3. Cara penulisan footnote dari internet dan buku

Mengutip juga bisa berasal dari internet. Akan tetapi, penulisan kutipan tersebut berbeda dengan ketika anda mengutipnya dari buku atau jurnal. Maka dari itu, silahkan perhatikan contoh di bawah ini seputar cara menulis footnote yang sumbernya berasal dari internet.

Cara penulisan footnote dari internet dan buku

Cara penulisan footnote dari internet dan buku

4. Cara penulisan footnote yang sumbernya dari terbitan pemerintah

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari terbitan pemerintah

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari terbitan pemerintah

5. Cara penulisan footnote yang sumbernya dari teks terbitan organisasi

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari teks terbitan organisasi

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari teks terbitan organisasi

6. Cara penulisan footnote yang sumbernya dari artikel terbitan secara berkala

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari artikel terbitan secara berkala

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari artikel terbitan secara berkala

7. Cara penulisan footnote dari karya ilmiah yang tidak diterbitkan

Cara penulisan footnote dari karya ilmiah yang tidak diterbitkan

Cara penulisan footnote dari karya ilmiah yang tidak diterbitkan

8. Cara penulisan footnote yang sumbernya dari wawancara secara lisan

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari wawancara secara lisan

Cara penulisan footnote yang sumbernya dari wawancara secara lisan

Adapun untuk karya ilmiah yang tidak diterbitkan seperti skripsi, disertasi, tesis, LTA, dan lain-lain. Untuk penulisan footnote silahkan mengikuti aturan seperti berikut:

Demikian penjelasan seputar cara penulisan footnote yang benar. Semoga bermanfaat.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.