Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Anekdot

Makalah.id – Pernah mendengar istilah teks anekdot? Seperti apa contoh teks anekdot itu? Teks anekdot sebenarnya merupakan salah satu jenis teks yang kerap kita jumpai. Jenis teks ini di dalamnya berisi tentang sindiran yang dikemas menjadi sebuah cerita jenaka. Karena tujuannya berbeda dengan jenis teks yang lainnya, maka sudah pasti format penulisan atau tata cara penulisan teks anekdot juga tidak sama.

Beberapa contoh teks anekdot mengambil tema layanan publik, lingkungan, pendidikan, politik, sosial, dan beberapa tema lainnya terutama tema atau isu yang sangat populer waktu itu. Tidak sedikit orang yang lebih suka dan merasa nyaman ketika membaca teks anekdot dibandingkan teks yang lainnya. Alasannya karena mereka sudah terlalu bosan membaca teks yang isinya terlalu serius. Mereka ingin membaca teks yang santai yang diselingi dengan humor namun tetap ada pesan moral di dalamnya.

Cara Membuat Teks Anekdot

Sebenarnya untuk membuat teks anekdot tidak terlalu sulit. Poin penting dari teks ini yang menentukan sebuah teks anekdot dikatakan bagus atau tidak adalah dari pengarangnya sendiri. Pengarang atau penulis memang dituntut harus bersikap kreatif dan juga harus memiliki selera humor yang tinggi dikarenakan teks anekdot memang harus memunculkan kesan humor.

Selain itu, jangan lupa bahwa teks anekdot juga harus diselingi dengan sindiran. Sindiran tersebut kebanyakan diberikan kepada pemerintah yang berkaitan dengan kebijakan yang dianggap merugikan rakyat. Yang tidak kalah penting adalah pesan moral. Pesan moral tetap harus disampaikan dan jangan terlalu fokus pada bagian jenakanya saja.

Sekilas memang terlihat sulit karena terikat dengan ketentuan ini dan itu. Akan tetapi, ketika anda sudah mencoba dan terbiasa maka hal-hal yang anda anggap sulit tersebut bisa anda atasi semuanya. Apalagi jika anda merupakan seseorang yang memiliki kreatifitas tinggi.

Struktur Teks Anekdot

Seperti yang sudah kami terangkan bahwa teks anekdot memiliki strukturnya sendiri yang membedakan dengan jenis teks yang lainnya. Bagi anda yang ingin mengetahui apa saja struktur dari teks anekdot, maka silahkan anda simak informasi yang akan kami bagikan di bawah ini.

  • Abstraksi
    • Bagian abstraksi merupakan bagian pengantar. Biasanya penulis akan memberikan penjelasan secara umum kepada para pembaca mengenai seperti apa teks anekdot yang dibuat.
    • Dengan begitu, pembaca bisa mendapatkan gambaran secara jelas tentang isu yang dibahas dan alur ceritanya.
  • Orientasi
    • Bagian ini merupakan bagian yang berisi tentang suasana. Suasana tersebut merupakan suasana dimana peristiwa terjadi.
    • Bagian orientasi akan dituangkan secara jelas di dalam teks anekdot. Dengan begitu, pembaca bisa memahami kira-kira seperti apa cerita yang dibawakan, termasuk suasana di dalam cerita tersebut.
  • Event
    • Event merupakan bagian yang berisi tentang peristiwa penting yang ada di dalam teks.
    • Bagian event ini biasanya menampilkan sisi humor dari teks tersebut.
    • Perlu anda tahu bahwa jarang ditemukan ada teks anekdot yang menyajikan dua event.
  • Krisis
    • Bagian yang isinya tentang puncak dari permasalahan yang terjadi.
    • Puncak masalah tersebut merupakan sebuah isu yang akan dijelaskan mengenai bagaimana solusi atau jalan keluarnya.
    • Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan gambaran tentang seperti apa solusi yang tepat untuk menanggulangi atau mengatasi masalah tersebut.
  • Reaksi
    • Bagian ini merupakan bagian teks anekdot yang isinya tentang bagaimana pengarang atau penulis menyelesaikan perselisihan atau konflik dari peristiwa atau isu yang terjadi.
    • Biasanya bagian ini akan menerangkan tentang bagaimana tokoh utama menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
  • Koda
    • Koda merupakan perubahan alur cerita yang terjadi secara mendadak.
    • Tujuan perubahan alur ini bisa bermacam-macam. Namun umumnya digunakan untuk menyajikan sebuah sensasi humor sehingga menjadi alur cerita yang tidak bisa diprediksi oleh para pembaca.
    • Bagian koda inilah yang memberikan nilai keunikan tersendiri dari teks anekdot dimana anda bisa mengubah sedikit alur ceritanya untuk menampilkan humor namun masih berada di dalam poin atau tema dari cerita tersebut.
  • Reorientasi
    • Reorientasi merupakan bagian terakhir sekaligus menjadi penutup dari teks anekdot.
    • Untuk bagian penutupnya memang bermacam-macam tergantung penulis cerita.
    • Ada yang menyajikan bagian penutup dengan teka-teki sehingga nanti kesimpulan akan dikembalikan kepada pembaca.
    • Dengan begitu, pembaca memiliki kesimpulan yang cenderung berbeda antara satu dengan yang lainnya.

1. Contoh teks anekdot penegakan hukum di Indonesia

Nasib Maling Sandal

Asep sudah siap makan soto di tempat Pak Ngadirin. Setelah keduanya berbincang-bincang cukup lama, maka Asep memutuskan untuk kembali ke rumah. Jarak antara rumah Asep dengan Pak Ngadirin tidak terlalu jauh dan cukup berjalan kaki.

Namun ketia perjalanan pulang, tiba-tiba Asep terserempet sepeda motor. Untungnya kaki Asep tidak kena-kenapa. Meskipun begitu Asep tetap merasa sedih karena sendal yang dikenakannya putus. Dia khawatir istrinya akan marah setelah tahu apa yang terjadi. Akan tetapi, Asep tetap melanjutkan perjalanan pulang.

Ketika hendak sampai rumah, tiba-tiba Asep melihat banyak sendal di Mesjid. Asep melihat ada sepasang sandal yang ternyata sangat mirip dengan sendal yang dikenakannya. Tanpa perlu pikir panjang, Asep langsung menghampiri sendal tersebut dan langsung mengambil sendalnya.

Hal tak diharapkan terjadi. Ternyata adalah salah satu jamaah mesjid mengetahui yang Asep lakukan. Akhirnya, Asep digelandang ke kantor polisi. Langsung saja Asep disidangkan. Ketika menunggu proses persidangan, Asep melihat ada koruptor hanya divonis 3 tahun penjara sementara koruptor tersebut telah menggerogoti uang senilai 20 miliar.

Ternyata Asep juga mendapatkan hukuman yang sama, yakni 3 tahun. Hal ini membuat Asep sangat kaget dan kemudian bertanya kepada Hakim kenapa dia yang hanya mencuri sendal langsung divonis 3 tahun penjara. Yang lebih mengagetkan lagi adalah jawaban hakim.

Hakim mengatakan bahwa meskipun koruptor telah mencuri uang 2 miliar, namun kerugiannya dibagi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang minimal jumlahnya 200 juta jiwa. Artinya, setiap orang hanya dikenakan 10rb. Sementara Asep mencuri sendal seharga 30rb dan merugikan 1 orang saja. Mendengar jawaban hakim, Asep langsung menyesal kenapa dia tidak menjadi koruptor saja.

2. Contoh teks anekdot tema lingkungan

Muka Tong Sampah

contoh teks anekdotcontoh teks anekdot

3. Contoh teks anekdot tema sekolah

Kakek, Tolong Jangan Duduk Di Luar

contoh teks anekdotcontoh teks anekdotcontoh teks anekdot

 

Semoga informasi tentang pengertian dan contoh tek anekdot bermanfaat untuk anda. Sebelum itu, kami telah memiliki informasi menarik lainnya diantaranya: cara mencari jurnal internasional dan contoh daftar pustaka.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.